Langsung ke konten utama

Rahasia Resep Andalan Keluargaku

[Icip-icip] Keluargaku tuh doyan makan enak. Aku juga doyan sih.
Masalahnya adalah, aku tidak doyan masak.
Kadar kedoyanan memasakku baru sebatas mengumpulkan buku resep masakan dan menumpuk aneka perlengkapan memasak.


Aku punya panci presto, panci dengan handle minimalis, panci dengan handle panjang, dan panci-panci lain.
Mixer aku punya beberapa malah. Ada mixer khusus untuk membuat roti (udah beli, terus ternyata pas buat roti lebih asyik ngulen sendiri adonan rotinya, plus ninju-ninju adonan itu. Jadi kayak dapat kesempatan untuk melampiaskan kekesalan pada adonan roti yang kenyal-kenyal menggemaskan).

Jadi, jika di luar sana ada penimbun buku maka di aku penimpun perlengkapan memasak.
Nggak apa-apa deh yang penting kan sudah niat ya.

Nah, karena tidak terlalu doyan masak, maka selama 7 hari dalam seminggu itu, hari minggu adalah hari yang paling aku tunggu-tunggu karena di hari minggu itu aku diberi kebebasan untuk tidak perlu memasak oleh suamiku. Sebagai gantinya kami makan di luar.

Meski demikian, tetap ada dong rahasia resep-resep spesial keluargaku. Yaitu masakan yang dirancang asyik dipraktekin untuk yang malas masak seperti aku. Ini dia.

Rahasia resep andalan keluargaku:

1. Adopsi menu warteg dekat rumah.

Di sekitar rumahku ada banyak rumah makan. Ada rumah makan padang, warung betawi, warung tegal dan warung banyumas dan restoran chinese food. Warung tegal dan warung banyumas ini mirip sebenarnya, jadi aku gabung saja mereka menjadi warteg.

Dibanding rumah makan yang lain, tentu saja warteg yang paling murah harganya. Juga lebih variatif menunya. Jadi, aku cukup datang ke warteg, lalu liat mereka masak apa saja sih hari ini.

Contoh:
Ada bihun goreng, tempe goreng, perkedel, selar dicabein, semur ayam, tongkol dicabein, balado telor, sup.
Hmm.
Aku akhirnya milih telor balado. Beli 2 butir saja, tapi dengan pesan khusus "Mbak, banyakin dong sambalnya." Nanti sampai rumah, kita tinggal rebus telur, setelah matang dikupas, lalu disayat-sayat bagian daging putih terluarnya, lalu digoreng hingga berwarna kecoklatan. Lalu.. campur dengan telor balado yang kita beli di warteg itu.
Selesai sih. Beli di warteg 2, tapi dihidang bisa ada 6 butir.

Atau, beli semur tahu. Nanti kalau tukang tahu lewat, beli tahu mentah. Goreng, lalu campur deh dengan semur tahu yang kita beli tadi.

Kuncinya di kalimat: "Mbak.. banyakin dong bumbunya."


2. Selalu siap bawang putih, bawang merah, cabe keriting merah, dan tomat di kulkas.

Ini bisa untuk buat apa saja. Pecahkan telur dalam mangkuk, beri irisan tomat, cabe merah, bawang merah, bawang putih. Aduk. Goreng. Jadi omelet.

Atau buka kaleng kornet, beri irisan cabe, bawang putih, bawang merah, tomat. Aduk, kasi air biar jadi agak banyakan, tambahkan gula dan garam. Selesai deh.

Pokoknya, prinsipnya adalah: semua bakalan enak kalau dicampur dengan tumisan bawang merah, bawang putih, cabe keriting yang dihaluskan. Tinggal beri garam dan gula. Selesai deh.


Atau masukkan tepung terigu, beri garam aduk hingga kalis. Lalu beri irisan tipis bawang merah, bawang putih. Beri garam dan merica. Uleni. Lalu goreng sekepal-sekepal besarnya. Jadi deh, Pempek terigu. Bisa jadi teman nyemil yang asyik. Apalagi jika di rumah ada persediaan cuka.

Atau beli daun kailan, cuci bersih, potong setinggi jari telunjuk. Tumis bawang merah, bawang putih, masukkan daun kailan ini. Beri garam dan gula. Aduk. Selesai.

Itulah rahasia resep andalan keluargaku. hehehehe.


Komentar

  1. Mau praktikin ah rahasia yg pertama

    BalasHapus
  2. Ya ampun itu toh rahasinya?? haha..patut ditiru nih, ga usah rempong bikin bumbu.. :p

    BalasHapus
  3. Hehehe bumbunya simpel dan praktis2 cara masaknya yaa...

    BalasHapus
  4. Betul bangetttt, bawang merahnputih, cane itu wajib ada hihi
    Terus adopsi warteg juga...soalnya yang rasanya pas ya makanan warteg ^_^

    BalasHapus
  5. Kok ngk ada gambarnya? jadi ngk bisa lihat deh jadinya

    BalasHapus
  6. masakannya mana neh? apa udah dipaketin?

    BalasHapus
  7. Yaelah, kalau ngumpulin resep ama peralatan masak mah aku juga demen. Emang ya, itu panci berwarna-warni dan bermotif lucu banget lho buat hiasan rak dapur. (((hiasan)))

    Terus, foto-foto di resep cocok banget buat belajar food photography. Eh bentar, ini kok komennya nyasar ya?

    Kesimpulannya, suatu hari, kalau aku sudah menikah lagi, mungkin resep rahasia strategi jitu ini patut untuk ditiru.

    (masih ngakak)

    BalasHapus
  8. xixixixi ini curaaang ini :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Masakan India Utara dan India Selatan

[Icip-icip] Apa sih bedanya makanan India utara dan India Selatan? Eh.. memangnya mereka berbeda ya? Bukannya masakan India mirip-mirip semua, rata-rata kari?

Dulu, sebelum aku sering mencoba wisata kuliner icip-icip masakan India, aku merasa bahwa masakan mereka sama semua. Kari, pedas, roti cane. Tidak jauh berbeda dengan variasi itu. Tapi setelah beberapa kali menjalani wisata kuliner masakan India yang terdapat di Singapura dan Malaysia, rasanya aku mulai tahu bahwa mereka berdua berbeda.

Bakso Pak Jokowi

[Jalan-jalan] Seberapa besar nama besar seseorang bisa mempengaruhi penjualan suatu barang? Jawabannya cukup besar. Karena nama besar, akan membuat kesan pertama begitu berkesan yang membuat orang teringat dan akhirnya... terdorong untuk membeli. Lagi dan lagi.

Seperti halnya bakso jawa Pak Jokowi yang ada di wilayah Tebet, Jakarta Selatan ini. Letaknya tepat di seberang TK Aisyiyah 4, Jalan Raya Tebet Timur , Jakarta Selatan.