Langsung ke konten utama

Benarkah Menara Saidah Berhantu?

[Jalan-jalan] Siapa yang pernah melewati jembatan yang melintasi stasiun kereta api Cawang? Sekarang, mungkin namanya stasiun Commuter Cawang. Di sebelah terowongan stasiun Cawang tersebut, terdapat sebuah gedung menjulang tinggi dengan arsitektur romawi yang megah. Itulah Menara Saidah.
Konon katanya, gedung Menara Saidah ini berhantu.
Menara Saidah, terletak di Jalan MT Haryono. Gedung dengan tinggi 28 lantai ini, memiliki cat yang berwarna kehijauan. 

Tampak dari depan, gedung ini terlihat menarik karena ditata dengan arsitektur bergaya Romawi. Tampak patung pria Romawi yang didampingi oleh  seekor singa. 
Sejak tahun 2009, gedung ini sudah resmi ditutup untuk umum. 

Sebelumnya, gedung Menara Saidah amat fenomenal. Karena dia terletak tepat di puncak kontur tanah yang menanjak. Sehingga, ketika matahari terbit dan tenggelam, gedung ini menimbulkan siluet yang eksotik dan indah di kiri atau kanan jalan raya. Para pengguna kendaraan pun akan langsung bisa menemukan gedung ini karena letaknya yang strategis tersebut.

Gedung ini, sebelum resmi ditutup untuk umum di tahun 2009, sebelumnya pernah dihuni oleh puluhan perusahaan yang memilih untuk menjalankan perusahaan mereka dari gedung Menara Saidah ini. Tapi, karena kemiringan gedung yang dirasakan bisa membahayakan orang-orang yang menghuni gedung maka satu persatu perusahaan tersebut pada tahun 2007 mulai meninggalkan gedung Menara Saidah.

Itu sebabnya gedung Menara Saidah sekarang dibiarkan kosong.
Lalu, mulai berkembanglah aneka macam cerita horor tentang gedung Menara Saidah.

Cerita Horor Seputar Menara Saidah

Dari internet, aku mengutip beberapa cerita yang berkembang seputar gedung menara Saidah.

1. Kisah horor di basement.

Kisah ini dialami oleh seorang petugas keamanan yang sedang mengecek keamanan di bagian basement gedung Menara Saidah.
Ya. Meski sudah dikosongkan, tapi gedung ini tetap dijaga oleh beberapa orang petugas keamanan agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkannya untuk kejahatan.

Suatu senja selepas maghrib, seorang petugas seperti biasa melakukan patroli ke bagian basement. Tiba-tiba, dia mendengar seseorang memanggil namanya berulang-ulang. Karena merasa tidak banyak orang yang tahu namanya, maka petugas ini pun mendatangi sumber suara itu berasal. Tapi, ternyata dia tidak menemukan siapa pun. Basement sepi, sunyi dan gelap. Tidak ada siapapun di sana. Petugas pun segera pergi dari tempat itu.

2. Kisah di elevator.

Suatu hari sebelum gedung ini resmi ditutup. Seorang wanita tiba-tiba mendatangi petugas keamanan minta ditemani untuk naik ke lantai 14. Maka, 2 orang petugas pun menemani wanita tersebut. Lift berjalan lambat. Tiba-tiba, di lantai 11 lift berhenti. Dan pintunya terbuka. Ke 2 petugaspu melongokkan kepalanya keluar. Tapi tidak ada siapapu disana. Ruangan lantai 11 sudah ditinggalkan oleh para penyewa. Suasananbya gelap dan sunyi. Hanya ada angin yang berhembus berlahan. Akhirnbya kedua petugas segera menutup pintu lift dan kembali naik ke lantai 14.

Tiba di lantai 14, kedua petugas pun kompak menoleh ke arah wanita yang diantarnya yang berdiri di pojokan sedari tadi. Tapi... apa yang terjadi?
Wanita itu sudah menghilang.
Kemana?


3. Penghuni lantai 3.


Masyarakat sekitar sendiri, dari berbagai sumber di internet bercerita bahwa mereka sering melihat seorang wanita berbaju merah tampak sedang mengintip di jendela di lantai 3. Tapi setiap kali lantai 3 didatangi dan ditelusuri tiap-tiap ruangannya, tidak ada siapa-siapa disana.
Jadi, siapa wanita berbaju merah yang sering terlihat mengintip dari jendela di lantai 3 tersebut?

Fakta sebenarnya Gedung Menara Saidah

Menara Saidah punya sejarah panjang. Gedung ini awalnya dibangun selama 3 tahun (1995-1998) oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya (Persero) dengan jumlah lantai 18.

Pemilik pertama gedung ini adalah PT Mustika Ratu atas nama Mooryati Sudibyo. Beberapa tenant sudah mengisi gedung ini saat mulai operasional salah satunya adalah Kementerian Pembangunan Wilayah Timur Indonesia atau yang sekarang menjadi Kementerian Pembangunan Daerah Terpencil (PDT).

Kemudian dilakukan lelang tahun 1995 dan dimenangkan oleh Keluarga Saidah dengan pemilik diserahkan kepada Fajri Setiawan, anak kelima Nyonya Saidah. Saat dimenangkan oleh Keluarga Saidah, gedung ini mengalami renovasi besar-besaran salah satunya penambahan jumlah lantai.

Namun saat ini, pemilik gedung beralih ke anak bungsu Nyonya Saidah atau suami dari artis Inneke Koesherawati. Fajri Setiawan si pemilik lama, kata dia, meninggal belum lama ini.

Dari Detik Finance, diperoleh bantahan dari Pemda DKI yang menyangkal rumor bahwa gedung Menara Saidah ditinggalkan karena gedung ini miring sebagaimana yang dipercaya selama ini, makanya banyak ditinggalkan oleh penyewa.

Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta membantah soal anggapan gedung Perkantoran Menara Saidah di Jl MT Haryono, Jakarta miring. Pemda memastikan tak ada masalah konstruksi pada bangunan Menara Saidah.
Kepala Dinas Penertiban dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta Putu Ngurah Indiana mengatakan tidak ada laporan cacatnya konstruksi untuk gedung 28 lantai tersebut.
Lalu mengapa banyak penyewa yang lari? Pada masa jayanya, konon ada 34 penyewa loh di gedung yang dibangun oleh Hutama Karya dan merupakan gedung pencakar langit di Jakarta pertama yang dibangun oleh HK.

Detik finance mencatatnya penyebabnya sebagai berikut:

Kisruh yang terjadi dalam manajemen pengelolaan gedung Menara Saidah berlarut sehingga para tenant tak nyaman karena tak terawatnya fasilitas gedung. Menara Saidah dikelola oleh beberapa perusahaan berbeda namun masih di dalam satu wadah bisnis Merial Group diantaranya PT Merial Esa, PT Merial Medika, dan Dewa.com. Banyaknya pihak yang ikut mengelola gedung juga ikut mengelola, membuat harga sewa menjadi tinggi.
Puncaknya terjadi di tahun 2009, banyak tenant mulai meninggalkan gedung. Tenant terakhir yang tercatat meninggalkan gedung adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Bank BNI menempati gerai di bagian bawah atau berdekatan dengan lobi kantor. Pihak pemilik akhirnya memutuskan hubungan kerja para karyawan yang jumlahnya hampir 200 orang tanpa pesangon.
Jadi ternyata para tenant lari bukan gara-gara gedungnya angker atau berhantu, tetapi lebih kepada manajemen yang buruk.
Jadi... sepertinya ini bukan gedung berhantu ya makanya ditinggalkan oleh penghuninya.

Ayolah kita sesekali melakukan uji nyali ke gedung ini.
Eh.

Komentar

  1. Mbaaak Ade, aku sering lewat gedung ini. Bangunannya menarik dan udah tahu siiih rumor itu...semoga hanya rumooor yaaa

    BalasHapus
  2. Sudah jadi uji nyali mba? bagi infonya ya, buat para pembaca. hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Masakan India Utara dan India Selatan

[Icip-icip] Apa sih bedanya makanan India utara dan India Selatan? Eh.. memangnya mereka berbeda ya? Bukannya masakan India mirip-mirip semua, rata-rata kari?

Dulu, sebelum aku sering mencoba wisata kuliner icip-icip masakan India, aku merasa bahwa masakan mereka sama semua. Kari, pedas, roti cane. Tidak jauh berbeda dengan variasi itu. Tapi setelah beberapa kali menjalani wisata kuliner masakan India yang terdapat di Singapura dan Malaysia, rasanya aku mulai tahu bahwa mereka berdua berbeda.

Bakso Pak Jokowi

[Jalan-jalan] Seberapa besar nama besar seseorang bisa mempengaruhi penjualan suatu barang? Jawabannya cukup besar. Karena nama besar, akan membuat kesan pertama begitu berkesan yang membuat orang teringat dan akhirnya... terdorong untuk membeli. Lagi dan lagi.

Seperti halnya bakso jawa Pak Jokowi yang ada di wilayah Tebet, Jakarta Selatan ini. Letaknya tepat di seberang TK Aisyiyah 4, Jalan Raya Tebet Timur , Jakarta Selatan.