Kamis, 09 Juni 2016

Hanbok Korea

[Jalan-jalan] Pada awal bulan April lalu, aku dan anak bungsuku jalan-jalan ke Mall Lotte Shopping Aveneu. Ceritanya sih dalam rangka bertemu dengan dokter sehubungan dengan kesempatan untuk bisa bertanya bebas seputar bakat alergi yang diderita oleh putriku.
Bisa baca tulisanku yang ini: Cari Tahu Seputar Alergi Pada Anak

Bersamaan dengan kedatanganku di hari itu (12 April 2016) ternyata di Mall Lotter Shopping Avenue itu sedang berlangsung festival Hanbok Korea. Pihak Mall menyediakan sebuah sudut dimana pengunjung bisa mencoba mengenakan dan merasakan bagaimana rasanya memakai Hanbok Korea.

Tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan olehku dan putri bungsuku.
Apalagi, kedatangan kami bukan di akhir pekan. Tapi di hari kerja, jadi suasana Mall juga sedang tidak terlalu ramai. Lengang.

Kami pun bertanya apakah ada syarat jika ingin mengenakan pakaian Hanbok Korea tersebut? Oleh petugas keamanan yang menjaga sudut bernuansa Korea dijawab tidak ada syaratnya. Hanya harus antri dan tertib agar pakaian tidak rusak.

Akhirnya, aku dan Hawna pun bersegera memilih pakaian.
heheheh. Bayangkan, hanya ada aku dan Hawna saja yang berada di sudut tersebut. Jadi, bisa dipastikan kami tidak akan berebutan.

"Aku mau mencoba 2 warna ya bu. Warna kuning dan pink."
"Iya, ibu mah pasrah. Yang muat aja di badan ibu." (hehehehe, begini nasib orang gemuk. Tidak punya banyak pilihan terkadang).

Hanbok dengan dasar kain warna Pink

Hanbok dengan dasar kain warna Kuning

Sejarah Hanbok Korea

Pakaian Hanbok di Korea sekarang-sekarang ini, hanya dikenakan di acara-acara spesial saja atau di perayaan hari-hari besar mereka. Tapi dahulu, pakaian ini adalah pakaian yang dikenakan oleh wanita Korea sehari-hari sekitar 100 tahun yang lalu. 

Hanbok Korea, jaman dahulu diwarnai dengan warna-warna alami. Hal ini karena sejak dahulu, masyarakat tradisional Korea hidup menjadi satu dengan alam dan mereka selalu menggunakan bahan natural untuk membuat pakaian dan mewarnainya.

Contohnya warna merah didapat dari kelompak bunga berwarna merah. Pigmen warna diekstrak dari tumbukan kelopak bunga yang dicampur dengan mortar, sebelum kemudian dimasukkan ke botol dan dicuci dengan soda api.  PRoses ini sangat lambat, rumit dan presisi. Warna dan kedalaman yang didapat dari proses ini sangat berbeda dengan warna yang didapat melalui proses artifisial. 

Masyarakat Korea lebih suka garis lembut dibandingkan dengan garis lurus, sehingga mereka menambahkan garis warna elegan di Hanbok. Itu sebabnya Hanbok terlihat indah ketika dipakai daripada digantung. Dan Hanbok akan lebih terlihat indah ketika si pemakainya bergerak ketimbang hanya diam berdiri. Karena keindahan garis Hanbok akan terlihat maksimal ketika pemakainya sedang bergerak.




4 komentar:

  1. aku wktu itu beliin baju hanbok bwt balita cuma udh dimodifikasi. Lucu bgt dipake anak kecil

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener... karena dia punya warna yang bright gitu... tapi catatan dariku: gak cocok buat ibu2 berbadan besar kayak aku... wkwkwkkwkw

      Hapus
  2. Jadi pengen beliin Hanbok juga buat sikecil ku, lucu dan cantik warnanya serta designnya juga keren :)

    BalasHapus
  3. Jadi inget film korea dulu Dae Jang Geum, lucu kayaknya klw pake :)

    BalasHapus