Rabu, 05 Oktober 2016

Siluet Wajah di Sepotong Kayu

[Jalan-jalan] Jika kalian jalan-jalan ke Singapura, atau sekedar transit pesawat di bandara Changi, maka di dalam terminal Changi Airport 2, ada sebuah taman Anggrek yang cukup besar. Di dalam taman tersebut, ada sebuah pohon kayu yang berdiri laksana sebuah patung.

Tegap.
Tanpa daun.
Tanpa akar.

Ini adalah pohon tua yang telah diawetkan  dan diabadikan di pinggir taman karena memiliki keistimewaan tersendiri. Apakah itu?

Pohon tua ini memiliki siluet wajah manusia yang terpatri di batang dan cabang-cabangnya. Sileut wajah manusia ini bukan diusir dengan sengaja. Tapi siluet wajah manusia ini terukir karena proses alami alam. Angin yang bertiup, pertumbuhan kulit pohon, bentukan daun dan ranting yang tidak jadi, pijakan dan patukan burung, dan sebagainya. Pendek kata, ada banyak kejadian alam yang terjadi hingga akhirnya dalam proses pertumbuhan pohon tersebut ketika pohon ini masih hidup, telah tercetak tanpa sengaja siluet wajah manusia di atas permukaan kulit pohon yang ada di sepanjang batang dan cabang pohon tersebut.

Tentu saja, jika dilihat sekilas, hal ini tidak terlihat. Siapa yang peduli dengan bentuk permukaan kulit pohon? Tapi, ketika sudah dipoles, dibersihkan, divernish, dan dilapisi dengan cat pelindung maka terlihatlah bentuk-bentuk siluet wajah manusia tua tersebut.






Bagaimana?
Apakah kalian bisa menemukan juga wajah-wajah tua yang tercetak di sepanjang batang dan cabang pohon teersebut?


6 komentar:

  1. iya aku lihat..

    Tapi memang ya selewat hanya batang kayu saja,ternyata kalo dilihat dengan seksama tampak siluetnya .

    kereen

    BalasHapus
  2. Iya lihat. Emang ya kata kata bisa mengubah nilai sesuatu.

    BalasHapus
  3. Udah bisa lihat mba, benar-benar harus fokus lihatnya.

    BalasHapus
  4. Udah bisa lihat mba, benar-benar harus fokus lihatnya.

    BalasHapus
  5. Udah bisa lihat mba, benar-benar harus fokus lihatnya.

    BalasHapus
  6. kalo gak diteliti banget sih, memang gak terlalu terlihat ya mba...

    BalasHapus