Tips Mengatasi Kulit Kering

[Oleh-oleh]Perimenopause, apa itu? Apa bedanya dengan Menopause? Hahahaha. Sepertinya, banyak perempuan yang tidak mau mengalami kedua kondisi ini dalam waktu dekat. Karena baik Premenopause maupun Menopause identik dengan sebuah pertanda bahwa masa kejayaan dia sebagai seorang perempuan subur sudah berakhir. Ditambah dengan mitos bahwa perempuan yang tidak subur lagi berarti akan tidak bisa menikmati ketika sedang berhubungan intim dengan suaminya, plus kondisi-kondisi lain dimana dia akhirnya jadi cepat terlihat tua, keriput, kering, bergelambir.

Pada sebuah website kesehatan, Perimenopause didefinisikan sebagai :
Perimenopause adalah masa di mana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Masa ini bisa terjadi selama dua hingga delapan tahun, ditambah satu tahun di akhir periode menuju menopause. Gejala ini alamiah, karena merupakan tanda dan proses berhentinya masa reproduksi. (dikutip dari: kuliahbidan.wordpress.com)

Pada periode ini, umumnya tingkat produksi hormon estrogen dan progesteron berfluktuasi, naik dan turun tak beraturan. Siklus menstruasi pun bisa tiba-tiba memanjang atau memendek. Biasanya, masa perimenopause ini terjadi di usia 40-an, tapi banyak juga yang mengalami perubahan ini saat usianya masih di pertengahan 30-an.

Jadi, coba deh ingat-ingat berapa usia kalian jika kalian yang membaca ini seorang perempuan? Jika sudah memasuki usia cantik, yaitu usia 40-an, mungkin bersiap-siap menghadapi kondisi ini tidak ada salahnya. 

Kebetulan, tahun lalu adalah tahun terakhir aku berada di usia cantik. Tepat di bulan September, aku memasuki usia 46 tahun. 

Tulisan tentang usia cantikku, bisa dibaca disini: Tetap percaya diri di #usiacantik 

Tapi, karena aku pernah mengalami 2 kali dihinggapi Tumor di Payudara, maka dokterku mengatakan bahwa justru keberadaan hormon yang menunda kedatangan menopause itu membuatku tetap beresiko tinggi untuk terkena Tumor kembali dan jika tidak segera diobati bisa berubah jadi Kanker. 

"Sebenarnya, semakin cepat ibu mengalami perimenopause dan menopause, semakin memperkecil resiko ibu untuk terkena tumor kembali loh. Bukan berarti yang menopause menjadi aman dari bahaya kanker payudara sih; tapi dia jadi tidak masuk di kelompok beresiko tinggi lagi setelah dia mengalami menopause."

Iya. Kenapa dokterku ngomong gini, karena gara-garanya aku kan bertanya nih sama dokterku. Kenapa aku sekarang mengalami gatal-gatal di seluruh permukaan kulitku. Kulitku kering sekali. Dan karena kering jadi terasa gatal deh.

Ugh. Jika sudah terserang rasa gatal,  kesalllll sekali. Tapi kalau digaruk keseringan, kulit jadi berwarna putih pertanda lecet dan lalu jadi luka-luka. Jelek sekali kan. Itu sebabnya aku berobat ke dokter.

Awalnya, aku datang ke dokter umum. Oleh dokter umum, aku disarankan untuk memakai bedak gatal saja seperti caladine atau purol atau salicyl. Tapi, rasa gatalnya tidak hilang. 

Lalu aku pun berobat ke dokter kulit. Selain ke dokter kulit, aku juga berobat ke dokter kandungan karena dokter kulit menduga gatal-gatal yang aku alami ini ada hubungannya dengan gejolak hormonku yang tidak stabil. Di dokter kandungan inilah aku diberitahu bahwa kemungkinan aku mengalami kondisi Perimenopause. Dan karena aku mantan penderita tumor jadi tidak bisa dilakukan terapi hormon seperti yang bisa diterapkan pada wanita normal lain. 

Hmm.. baiklah. Harus belajar bersyukur dan bersabar ya sepertinya. Tapi, setidaknya aku dapat banyak oleh-oleh dari kegiatanku berobat kesana kemari. Baik berupa pengalaman pengetahuan baru juga pengetahuan tentang obat yang baru.

Nah, ada beberapa nasehat nih dari dokter kulitku yang aku catat dan rasanya bisa jadi oleh-oleh bagi pembaca sekalian.

Tips Mengatasi Kulit Kering

1. Bahwa sebenarnya,  sabun yang mengandung anti septik itu  tidak baik jika digunakan untuk kulit kita setiap hari. 

Kenapa? Karena sebenarnya, tidak semua bakteri yang menempel di kulit kita itu adalah bakteri yang jahat. Tapi ada juga bakteri yang baik hati dan tidak sombong. Keberadaan bakteri yang baik hati dan tidak sombong ini berfungsi untuk memberi peringatan pada syaraf-syaraf di tubuh kita agar melakukan sesuatu sehubungan dengan kedatangan bakteri jahat. 

"Sekarang gini deh bu. Misalnya nih, kalau ada yang jahat sedikit, dibasmi. Usil sedikit dibasmi. Nah; akhirnya kita malah jadi lengah dan tidak tahu malahan ciri kejahatan itu seperti apa sebenarnya? Demikian juga dengan tubuh kita. Tubuh jadi manja jika ada sabun yang bekerja setiap hari membunuh semua bakteri yang menghampiri kita. Akhirnya, tubuh justru tidak pernah mengembangkan sistem mekanisme pertahanan tubuh yang alami sendiri. Ini malah bahaya. Karena begitu tiba-tiba datang sesuatu yang di luar kebiasaan, langsung deh kolaps. Nggak mampu dan langsung parah saja malahan kondisinya. Nah. Keberadaan bakteri baik itu justru untuk melatih sistem mekanisme pertahanan tubuh kita agar mereka jadi kuat dan pandai membaca situasi kapan harus bereaksi mencegah dan mengobatinya."

Setelah bertemu dengan dokter kulit ini nih, pulangnya aku langsung bercerita ke keluargaku. Lalu, perlahan kami mulai menyingkirkan semua sabun anti septik atau sabun yang membunuh kuman dan bakteri yang biasa kami gunakan untuk mandi. Kami sekarang memakai sabun mandi yang biasa saja. Wangi secukupnya, dan tidak mengandung anti bakteri.

2. Berkeringatlah, maka kamu akan sehat (insya Allah).

Aku juga ditanya nih sama dokter kulitku, berapa lama aku berada di ruangan yang  ber-ac? Apakah aku ber-olah raga yang mengeluarkan keringat? Atau melakukan aktifitas yang mengeluarkan keringat?

Kukatakan pada dokterku bahwa kamar tidurku adalah ruangan yang ber-ac. Tapi, jika siang hari, aku  mematikan ac nya karena pintu kamar aku buka agar ada pergantian udara di dalam ruangan kamar tidurku. Selain itu, ya mau tidak mau aku juga naik kendaraan yang ber- ac setiap hari. Yaitu naik taksi jika bepergian. Tapi, setelah turun dari taksi, aku jalan kaki di pasar, sekolah anakku, warung, dan ke tempat olah raga.

Oh ya. Di tempatku olah raga, memang ruangananya ber-ac. Tapi, atas saran guru Pilatesku, maka selama sesi latihan pilates maka ac dimatikan. AC baru dinyalakan lagi setelah sesi latihan selesai.

"Memang kenapa dok kok bertanya saya keringatan atau tidak setiap harinya?"
"Iya bu. Karena sebenarnya, keringat itu baik sekali untuk tubuh kita. Jadi, kan ada tuh seloroh yang mengatakan, mau-cari-keringat-dulu-ah. Nah, itu sebenarnya bagus  sekali untuk tubuh kita loh. Dengan berkeringat maka seluruh kotoran dan kuman yang semula menempel di permukaan kulit kita jadi terangkat keluar. Nanti diseka saja dengan handuk. Nah, jika kita berkeringat setiap hari, maka pori-pori tubuh kita jadi terbuka dan bersih malahan. Jadi, coba deh untuk rajin mencari keringat setiap hari. Entah dengan berjalan kaki, naik turun tangga, atau berolah raga."
"Mandi sauna gimana dok?"

jawabannya ada di point berikutnya ya.

3. Jangan terlalu sering mandi air hangat atau mandi sauna

Aku bercerita pada dokterku tentang jadwal aku berolah raga dan apa yang aku lakukan setelah berolah raga.
"Karena saya ikut sanggar senam, jadi memang disediakan kamar mandi untuk yang selesai senam di tempat saya melakukan olahraga pilates dan belly dance itu. Nah, di kamar mandinya ada keran air panas dan air dingin. Saya pernah baca tuh dok, bahwa jika baru selesai olahraga, tidak disarankan untuk mandi air dingin. Karena pembuluh darah kan sedang mengembang dan pompa jantung juga lebih cepat. Jika kita nekad mandi air dingin, jantungnya malah jadi kaget tuh. Dan bisa tiba-tiba melakukan gerakan berhenti malahan. Jadi saya selalu mandi air hangat deh seusai berolah raga.

"Yang ibu katakan itu memang benar. Tapi, penerapannya juga nggak benar sih. Jadi, setelah olahraga kita memang dilarang untuk langsung mandi. Baik mandi dengan air hangat, apalagi dengan air dingin. Yang benar itu, setelah olah raga, tunggu dulu beberapa saat. Setidaknya tunggu hingga laju nafas stabil, tidak ngos-ngosan. Juga keringat berhenti keluar. Selama keringat masih terus mengalir keluar, itu berarti pembuluh darah kita masih terbuka lebar dan bekerja mengalirkan oksigen dan darah ke seluruh tubuh. Jadi patokannya itu setelah keringat berhenti mengalir, baru deh boleh mandi."

"Kipas-kipas tidak apa dok? Karena kalau kita kipas-kipas nggak lama keringat jadi berhenti juga tuh."

"Boleh. Kipas-kipas itu lebih ke usaha untuk menstabilkan suhu tubuh agar kembali stabil. Lagipula jadi rileks juga kan. Kondisi rileks itu juga bisa menstabilkan detak jantung dan pembuluh darah agar kembali normal kembali. Asal jangan berlebihan seperti berdiri di depan kipas angin misalnya. Atau di depan blower AC. Nah... setelah tubuh terasa lebih adem, nafas sudah tidak tersengal-sengal lagi, dan tidak merasa kepanasan lagi, barulah kita mandi. Kesalahan itu, jika mandi air hangat lalu karena merasa lebih enak tanpa sadar kita menaikkan terus suhu temperatur si air panasnya. Yang semula suam-suam kuku jadi makin lama makin panas. Ini yang bahaya buat kulit. Karena, air yang panas justru akan membuat kulit jadi cepat kering. Untuk jenis kulit kering jadi semakin kering. Kulit kering ini yang bisa menimbulkan rasa gatal. 

4. Pakailah Pelembab jika kalian sudah berusia di atas 35 tahun

Obrolan dengan dokterku berlanjut nih. Jadi, setelah kita memasuki usia 35 tahun, cairan yang berfungsi untuk melembabkan kulit di tubuh kita semakin berkurang. Itu sebabnya, pada beberapa orang yang sama sekali tidak pernah mengenakan pelembab, ketika dia memasuki usia 35 tahun, dia mulai terlihat semakin cepat mengalami penurunan kecantikannya karena kulit yang kendur dan kering. 

Kulit yang kendur dan kering ini, jika dibiarkan, karena dia mengikuti gaya grafitasi bumi yang turun ke bawah akhirnya perlahan menjadi keriput. 

"Jadi bu, kulit keriput itu terjadi lebih karena kulit kering yang turun ke bawah karena terpengaruh oleh gaya grafitasi bumi. Nah, pelembab itu berfungsi untuk memberikan tambahan cairan yang diprediksi akan cepat menyerap masuk ke pori-pori kulit kita lalu dia akan stay di bawah permukaan kulit. Nah ketika dia stay di bawah permukaan kulit itu, dia bekerja untuk melembabkan kulit kita. Ditambah dengan fungsi-fungsi lain yang mungkin disematkan di dalam kandungan pelembab itu sendiri."

Nah, kebetulan, dokter kulitku merekomendasikan aku pelembab ini nih.... dan alhamdulillah aku cocok dengan pelembab berikut ini. Setidaknya, aku tidak lagi merasa gatal-gatal saking terlalu cepat keringnya kulitku.

Creme 21 ini, sebenarnya ada 2 macam tapi dokter kulitku menyarankan yang ada list berwarna biru di framenya karena yang ini mengandung vitamin B5 
FYI: Manfaat Vitamin B5, yang juga dikenal dengan asam pantotenat(Pantothenic Acid ), seperti mengatasi asma, rambut rontok, alergi, stres dan depresi, gangguan pernapasan dan masalah jantung. Termasuk juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi osteoarthritis dan tanda-tanda penuaan, meningkatkan resistensi terhadap berbagai jenis infeksi, merangsang pertumbuhan fisik, dan mengelola diabetes dan gangguan kulit. (dikutip dari tipscaramanfaat.com). Mungkin karena kondisi kulitku sudah terlalu kering kali ya, dan juga diduga alergi sesuatu juga, jadi aku disarankan untuk memilih pelembab Creme 21 yang mengandung vitamin B5.
Hmm, kebetulan, aku memang punya alergi terhadap udara dingin, air yang terlalu dingin, juga blower ac yang kelewat dingin.

Creme 21 datang dalam 2 kemasan: kemasan besar untuk pemakaian di rumah dan kemasan kecil yang praktis untuk dibawa bepergian atau ketika sedang jalan-jalan di luar rumah. 
Enaknya pelembab Creme 21 ini karena dia punya 2 kemasan. Kemasan sehari-hari agak besar sih. Sebesar diameter kepala bayi yang baru lahir. (Eh, standard ukuran apa ini kok pake ukuran kepala bayi baru lahir segala? hahahaha. Tadinya mau bilang sebesar kepalan tangan tetanggaku yang berbadan besar yang tinggal di pengkolan jalan sih. Tapi itu standard ukuran yang lebih ngaco lagi kan?).

Yang ukuran besar, isinya 150 ML. Sedangkan yang kecil hanya 50 ML.




Ketika kita membukanya, akan tampak pelindung berwarna keperakan. Iya, cairannya memang agak kental gitu sih. Tapi enak sih pas dicoleknya. Cuma, kalau ditaruh di dalam botol memang bakalan merepotkan untuk menumpahkannya agar keluar dari dalam botol. Jadilah ditaruh di dalam wadah seperti mangkuk ini.

Pas dikenakan di atas permukaan kulit kita, mungkin agak sedikit lengket dan kesat. Tidak selicin pelembab normal yang ada di dalam kemasan botol. Dia juga tidak memiliki wangi apapun. Nah, karena agak lengket jadi setelah memakai mending diam dulu di tempat. Nggak usah jalan-jalan dulu atau melakukan aktifitas lain. Kalau aku sih, setelah memakai pelembab ini biasanya langsung nonton drama korea. hehehe. Soalnya mau berselancar di media sosial atau main game di gawai yang aku miliki juga percuma. Lah, jari kita kan sudah dipakai buat mencolek dan mengoles kulit dengan pelembab itu. Jadi masih berasa agak lengket-lengket gimana gitu.



5. Jangan kenakan Bedak yang ber-parfum.

Nah. Ini yang terakhir nih tips dari dokter kulitku. Jadi, bedak itu berfungsi untuk mengikat keringat. Jadi, badan nggak berasa lengket jika kalian malas mandi. Setelah butir bedak itu mengikat keringat, lalu butir bedak itu akan menjatuhkan keringat agar terlepas dari kulit kita.

Mungkin itu sebabnya memakai bedak pada seluruh tubuh adalah pilihan terbaik pada orang yang malas mandi, atau tidak punya waktu untuk mandi (hehehe pengalaman pribadi ini mah). Tapi, jika bedak itu memiliki parfum atau mengandung parfum, maka lain lagi manfaatnya bagi kulit kita.

Kata dokter kulitku, parfum itu biasanya mengandung senyawa yang mirip dengan alkohol. Mungkin bukan alkohol tapi kandungannya mirip. Fungsinya adalah mengeluarkan wangi yang semula ada di bedak agar menguar dari kulit kita. Nah, ketika hal ini terjadi, maka bedak ini akan mengikat keringat, sekaligus meninggalkan jejak parfum di kulit kita. Akibatnya pori-pori tubuh malah jadi tertutup. Akhirnya, sirkulasi air yang dimiliki tubuh kita, yang berfungsi membawa kotoran keluar dari dalam tubuh lewat pori-pori kulit menjadi terhambat keluarnya. Jadilah dia malah menumpuk di bawah permukaan kulit. Akibat kotoran yang terus menerus tertumpuk di bawah permukaan kulit, akhirnya kulit lama-kelamaan malah jadi kering lalu mati. Bentuknya jadi seperti terkelupas gitu saking keringnya.

Kalau sudah begitu, mau tidak mau... MANDI-lah kakak.



Komentar

  1. Mbak ade ayu banget sih mbak moga2 nanti masuk #usiacantik bisa cantii krk mbak ade

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu masa yang sudah lewat... hahaha.. sekarang mah usia gaek nih mulai akunya

      Hapus
  2. Dari dulu kulit saya selalu kering, sudah pakai beberapa pelembab tapi gak ngefek. Nanti saya coba produk ini. Semoga cocok

    BalasHapus
  3. Aku kenal nih sama Creme 21. Mamaku rajin pakai. Postingan mba Ade ini, rasanya, perlu aku share juga ke mamaku nih. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lahh... mamamu udah make.. berarti dia sudah tahu lebih dulu tentang ini

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer