Senin, 17 September 2018

Masjid Nabawi di Madinah

[Jalan-jalan] Aku dan suami alhamdulillah pergi haji tahun ini. Kami berangkat tanggal 2 Agustus 2018 lalu dengan menggunakan travel Patuna sebagai haji plus.

baca tulisanku di blog ocehan ade anita yang berjudul Berangkat Haji Ke Tanah Suci

Salah satu masjid yang pertama kami kunjungi selama rangkaian ibadah haji itu adalah Masjid Nabawi.



Berikut keterangan tentang Masjid Nabawi yang aku kutip dari Wikipedia:


Masjid Nabawi atau Al-Masjid an-Nabawī (pengucapan bahasa Arab: [ʔælˈmæsʤɪd ælnabawī] (Arab: المسجد النبوي‎); Masjid Nabi) adalah sebuah masjid yang didirikan secara langsung oleh Nabi Muhammad, berlokasi di pusat kota Madinah di Arab Saudi. Masjid Nabawi merupakan masjid ketiga yang dibangun dalam sejarah Islam dan kini menjadi salah satu masjid terbesar di dunia. Masjid ini menjadi tempat paling suci kedua dalam agama Islam, setelah Masjidil Haram di Mekkah. Masjid ini di buka setiap hari. Masjid ini sebenarnya merupakan bekas rumah Nabi Muhammad yang dia tinggali setelah Hijrah (pindah) ke Madinah pada 622 M. Bangunan masjid sebenarnya di bangun tanpa atap. Masjid pada saat itu dijadikan tempat berkumpulnya masyarakat, majelis, dan sekolah agama. Masjid ini juga merupakan salah satu tempat yang disebutkan namanya dalam Alquran. Kemajuan masjid ini tidak lepas dari pengaruh kemajuan penguasa-penguasa Islam. Pada 1909, tempat ini menjadi tempat pertama di Jazirah Arab yang diterangi pencahayaan listrik. Masjid ini berada di bawah perlindungan dan pengawasan Penjaga Dua Tanah Suci. Masjid ini secara lokasi berada tepat di tengah-tengah kota Madinah, dengan beberapa hotel dan pasar-pasar yang mengelilinginya. Masjid ini menjadi tujuan utama para jamaah Haji ataupun Umrah. Beberapa jamaah mengunjungi makam Nabi Muhammad untuk menelusuri jejak kehidupannya di Madinah. Setelah perluasan besar-besaran di bawah Kesultanan Umayyah al-Walid I, dibuat tempat di atas peristirahtan terakhir Nabi Muhammad beserta dua Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Salah satu fitur terkenal Masjid Nabawi adalah Kubah Hijau yang berada di tenggara masjid, yang dulunya merupakan rumah Aisyah, dimana kuburan Nabi Muhammad berada. Pada 1279, sebuah penutup yang terbuat dari kayu di bangun dan di renovasi sedikitnya dua kali yakni pada abad ke-15 dan pada 1817. Kubah yang ada saat ini dibangun pada 1818 oleh Sultan Utsmaniyah Mahmud II, dan di cat hijau pada 1837, sejak saat itulah kubah tersebut dikenal sebagai "Kubah Hijau".




View this post on Instagram

#ceritakemarinku : ini foto2 ketika baru tiba di masjid Nabawi, Madinah Al Munawaroh. Masjid yang cantik, dengan arsitektur yang indah dan memanfaatkan teknologi canggih tapi tidak terlalu terlihat mencolok. Hmm... maksudnya begini. Jika diperhatikan secara detil, payung raksasa yang terpasang di pelataran teras masjid itu canggih banget. Juga sistem pembuangan air kotor di bawah masjid (*toilet di masjid nabawi ada di lantai bawah tanah. Jadi meski letaknya di dalam pekarangan masjid tapi toilet keberadaannya tidak sejajar dengan masjid tapi jauh di lantai bawah tanah). Nah... sistem pembuangan air kotornya, lancar dan tidak berbau meski ribuan orang yang memakai toilet tersebut. Lalu kipas angin besarnya yang rata dan bekerja nyaris 24 jam mengirim angin dan embun, juga penerangannya, dan ventilasi masjid yg ramah lingkungan...dan ketersediaan air minum gratis yg selalu ada, baik air biasa maupun air zamzam. Nah...semua kecanggihan ini tidak terlihat menonjol sehingga orang tidak mengagumi detil tapi fokus pada keseluruhan Masjid Nabawi secara keseluruhan. Seterusnya, fokus pada beribadah di Masjid. Jadi, orang datang ke Masjid bukan karena ingin melihat keindahan fisik Masjid. Tapi karena ingin beribadah. Ini yang aku kagumi dari usaha KSA sebagai tuan rumah penjaga 2 masjid suci agar ummat Islam tidak melenceng dari niat ibadahnya, agar ummat Islam tidak jadi syirik karena kedatangan mereka ke 2 kota suci ini. Masya Allah. Menjaga agar niat seseorang tetap lurus itu kan susah ya. Nah... ini niat jutaan tamu Allah. Masya Allah. #ceritaperjalananhaji2018 #ocehanadeanita #adeanita

A post shared by Ade Anita (@adeanita4) on

1 komentar:

  1. waaah mba...aku selalu berdoa agar bias segera menjadi tamu-Nya. Baguuus mba masjidnya. Dan memang betul, niat harus dijaga lurus yaaaa

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut