Pengikut

| on
April 04, 2019
[icip-icip] Kapan ya aku pertama kali nyobain makan mie korea. Sepertinya sih sudah beberapa tahun yang lalu deh. Sejak salah satu mall di dekat rumahku, yaitu Lotte Shopping Avenue mengadakan pameran produk makanan korea halal. Aku paling senang jika mall yang dimiliki oleh Lotte yang notabene merupakan sebuah perusahaan besar berasal dari negeri ginseng, Korea Selatan, ini mengadakan pameran produk Korea halal.

Eh. Tapi jika ditarik mundur ke belakang lagi, aku pertama kali tahu tentang produk makanan halal korea itu ya ketika sedang berlibur ke Kuala Lumpur, Malaysia. sih sebenarnya.
Keluargaku memang sepertinya sudah menganggap kota Kuala Lumpur itu seperti tetangga sebelah saja. Nyaris setiap tahun kami berkunjung ke kota ini. Baik untuk transit sebelum pindah ke kota lain atau memang untuk menetap disana dalam rangka berlibur beberapa waktu.

Yupe. Sejak suamiku pernah melakukan penelitian selama beberapa tahun di Negara Malaysia hingga menyebabkan kami sekeluarga pernah bermukim di kota Kuala Lumpur, maka Kuala Lumpur serasa menjadi tanah air kedua.
Hmm.
Tanah air pertama Indonesia.
Tanah air kedua Kuala Lumpur, Malaysia.
Tanah air ketiga Sydney, Australia.
Tanah air keempat Madinah dan Makkah.

Ah. Yang terakhir itu sepertinya memang selalu membawa kerinduan tidak bertemu untuk bisa kembali ke sana lagi.

Nah. Spesial di Kuala Lumpur, aku sih merasa banyak cocoknya dengan segala yang ada di sana. Termasuk makananannya. Dan produk Korea halal tuh pertama kali beredar luas sepertinya di Malaysia deh. Mungkin karena Malaysia dasar negaranya adalah penerapan syariah Islam kali ya. Jadi, ada peraturan tersendiri dan istimwa untuk semua produk yang beredar di negara ini.

Semua produk yang beredar di Malaysia harus mencantumkan status halal jika memang halal dan status haram jika memang haram. Jadi jangan kaget jika di banyak produk ada tertulis kode haram atua halal. Ini dibuat bukan untuk mendiskreditkan pihak manapun tapi untuk melindungi ummat Islam.

Nah. Dan disinilah aku pertama kali mengetahu bahwa ada mie korea halal keluaran Samyang dimana logo halal Majelis Ulama Malaysia tertera dengan amat jelas kala itu. Sementara produk Mie Korea Samyang yang beredar di Indonesia tidak tertera logo Halal MUI nya. Tuh. Ragu kan. Karena di Malaysia, semua produk Samyang yang tidak punya logo halal itu berarti ya tidak halal.

Karena hal sepele ini lah aku selalu memborong mie korea hlalal jika berlibur ke Kuala Lumpur. Hingga akhirnya di Indonesia akhirnya mulai bermunculan produk Korea Halal. Dimulai dengan pameran di Lotte Shopping Avenue itu. Dari sini beredar ke minimarket dan supermarket dan akhirnya sekarang beredar luas dimana-mana.

Salah satunya ini nih.

sebenarnya aku kurang tahu ini mereknya apa. Hahaha




oke, ini logo halalnya ya
Baiklah. Sekarang kita masak yuk.
Jadi, ini korean ramyun. Berarti mie kuah ya bukan mie goreng. Keluaran Nongshim.
Kalau kita tabur bumbunya, maka kita akan mendapat bumbu halus yang berwarna merah jingga. Dan potongan sayuran kering. Ada wortel, daun bawang, cabe merah, rumput laut, dan beberapa jenis sayuran yang aku juga nggak jelas sih. Pokoknya kering dan potongannya tidak kekecil potongan sayuran kering di mie Indonesia yang pasti. Ada juga sih potongan daging ayam keringnya.




Dan mie keringnya sendiri, bentuknya bulat dan padat.

Dan hasilnya setelah jadi adalah seperti ini nih.




Gimana rasanya?
Enak.
Meski kurang pedas buat lidahku yang suka makanan pedas. Jadi, kalau aku sih harus menambahkannya dengan potongan cabe iris ya. Harus. Biar lebih mantap pedasnya. Hehehe.

Be First to Post Comment !
Posting Komentar