Pengikut

Rapot dari GOJEK

| on
Januari 13, 2019
[Jalan-jalan] Salah satu aplikasi yang aku tanam di handphoneku adalah aplikasi GOJEK. Ini adalah aplikasi transportasi online di Indonesia. Di Luar Negeri, dikenal dengan GRAB.  GOJEK tidak ada. Transportasi online yang bisa dipanggil melalui aplikasi ini antara lain ojek motor (disebut gojek), ojek mobil (disebut gocar), dan ojek blue bird (disebut go bird). Hmm, yang terakhir ini rada membingungkan memang. Tapi demikianlah di Indonesia. Pada awalnya, Blue Bird adalah armada taksi besar di Indonesia. Tapi, mereka sedikit tertatih ketika harus bersaing dengan ojek mobil berplat hitam. Akhirnya, moda transportasi berplat kuning ini bekerja saja dengan perusahaan GOJEK dan muncullah GOBIRD. Isinya, taksi blue bird yang bisa dipanggil lewat aplikasi GOJEK. Tarifnya, mengikuti tarif GOCAR. Kelebihannya dibanding memanggil blue bird lewat aplikasi resmi blue bird adalah, jika memanggil lewat aplikasi GOJEK maka kita bisa membayar blue bird dengan GOPAY.




Oh ya, aku menulis tentang gojek sebagai 5 aplikasi transportasi yang sebaiknya ada di handphone kalian di sini nih:

5 Aplikasi Penting Untuk Traveler

Baiklah, sekarang mari kita bahas rapot yang aku terima dari aplikasi GOJEK ku.


Jadi, jika kalian membuka aplikasi gojek di awal bulan Januari 2019 (hanya ada hingga tanggal 10 januari 2019 saja), kalian akan menemukan laporan seperti ini nih. Kebetulan, aku menskrin sutnya. Laporan KEJOG ini sebenarnya isinya tidak serius sih. Jadi masih masuk hiburan saja.

Halaman pertama, tampil seperti layaknya sebuah buku rapot yang kita lihat diberikan pada anak-anak sekolahan. Ada nama sekolahnya, yaitu sekolah anak bangsa. Dan ada nama pelajarnya. Kebetulan, di aplikasi GOJEK ku, aku memberi nama pendekku, ADE.

Okeh.
Halaman berikutnya ya.




Hehehe. Sebenarnya, semua transaksi ini tidak murni aku semua yang pakai. Ada juga anakku yang memakainya. Terutama pagi-pagi, ketika putriku akan berangkat kuliah dan sudah agak terlambat. Jadi, sementara dia mempersiapkan diri maka aku membantu dia memesan gojek.

Atau, ketika gopay anakku habis dan dia mengirimiku pesan di whats app. "Bu, gopayku habis." Ya sudah, aku bantu dia lagi dengan memesan gojek untuknya pakai aplikasi Gojekku. Akhirnya, total ku jadi banyak deh.

Halaman berikutnya lagi ya.


Nah. Ini yang mengherankan.
Jujur, sebenarnya jika boleh diranking berdasarkan jenis yang sering dibeli; menurutku sih aku lebih sering membeli MARTABAK.

Aku hobi membeli martabak manis. Mulai dari bereksperimen membeli martabak yang disajikan seperti penampilan PIZZa hingga martabak klasik. Menurutku sih martabak klasik lebih enak ketimbang martabak pizza. Dan menurutku juga, topping coklat-kacang-wijen itu sudah paling juara deh dibanding yang isi lain. Baru kemudian di bawahnya adalah Keju. Dan di bawah keju adalah jagung dan keju.

Tapi, entah mengapa kok malah dibilang yang paling sering dipesan itu AYAM ya?

Yang lebih aneh lagi adalah anakku yang bungsu. Dia punya GOPAY di aplikasi gojek dihand phonenya. Aku memang meminta dia menginstal aplikasi gojek ini dan mengisi gopaynya dengan sedikit uang. Maksudku, jika dia lupa bawa uang dan tiba-tiba lapar, dia bisa membayar makanan di gerai makanan yang bekerjasama dengan gopay atau ke indomaret, atau alfamart, atau family mart. Semuanya menerima pembayaran dengan gopay.

Nah, anakku di rapotnya juga dikatakan bahwa makanan terbanyak yang dia beli adalah AYAM.

"Aku heran deh bu. Padahal, aku cuma sekali loh beli makanan dengan menggunakan gopayku dan itu sama sekali bukan ayam tapi Cha Thai."

Hehehe. Aku pikir, ini semacam default jawaban untuk isian rapot mereka deh. Entahlah.

Okeh. Next ya, halaman berikutnya.


Heheheh... iya deh ngaku, aku jarang ngasi tips ke supir gojek. Tapi, kalau membayar gofood aku selalu lebihkan sih bayarnya karena aku pikir tukang gojek harus bayar parkir dan harus antri. Kasihan juga ya. Ya, selalu lebihkan Rp5000 deh sebagai ganti uang parkir mereka.



Hehehe.... aku termasuk yang kasihan sama tukang gojek. Jadi, memang jarang banget ngebatalin. Ditungguin dengan sabar, nggak buru-buru ngebatalin.


Yeeeeaaahhh.... aku peringkat 1 loh di Pancoran. Ehem.


Nah. Itulah dia rapot dari gojek milikku. Kalian sempat nggak membaca rapot kalian dan menskrin sutnya seperti orang kurang kerjaan dan sedikit norak kayak aku? Hahaha.

1 komentar on "Rapot dari GOJEK"
  1. Ini manfaat Big Data bagi Gojek. Data-data yang dikumpulkan kemudian 'dikembalikan' dalam bentuk 'perhatian' Gojek bagi penggunanya. Nice, semoga gak jatuh ke tangan pendekar berwatak jahat hehe

    BalasHapus