Kamis, 13 April 2017

Semakin Menjamurnya Hidangan Hasil Laut

[Jalan-jalan] Sepertinya, kesadaran masyarakat kita untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan dari ikan ketimbang daging merah semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya orang yang rela antri untuk jajan makanan dari ikan. Jadi, permintaan dari pembeli akan makanan berbahan dasar ikan semakin tinggi. Dan kehadiran restoran yang menyediakan menu makanan dari hasil laut, khususnya ikan, juga semakin banyak. Khususnya di daerah Jakarta.

Asal tahu saja ya. Dulu, sebelum geliat ini memarak, menu makanan dari hasil laut itu termasuk makanan yang sedikit mewah. Rumah makan yang menyediakan makanan dari ikan itu biasanya mematok harga yang lumayan tinggi. Jika ingin makan makanan hasil laut yang murah, terpaksa harus menyerbu kedai makan yang ada di pinggir jalan alias kaki lima.
 Yang repot di masa itu siapa? Tentu saja masyarakat kelas menengah; yang enggan makan di kaki lima karena mereka mengetahui bagaimana kualitas kebersihan yang disajikan dalam makanan tersebut. Masyarakat kelas menengah memang rata-rata memiliki pengetahuan yang cukup memadai hingga membuat mereka sedikit berpikir, "gue-sakit-gak-ya-kalau-jajan-disitu?". Tapi, kalau harus membeli makanan hasil laut dari rumah makan kelas Premium, mereka juga harus berpikir ulang jika mau makan sering-sering karena harganya yang tidak murah.

Syukurlah sekarang-sekarang ini semakin banyak rumah makan yang menyediakan menu makanan hasil laut yang memenuhi semua keinginan dari masyarakat kelas menengah:

1. Soal kebersihannya yang terjamin insya Allah.

 (bisa terlihat dari penampilan suasana rumah makan tersebut, penampilan  pelayan rumah makannya, juga penyajian makanannya  yang tidak jorok).

2. Soal kebebasan untuk berkumpul ketika menikmati sajian makanannya.

(berkembangnya dunia media sosial itu konsekuensinya satu bagi kalangan masyarakat kelas menengah, yaitu mereka harus menunjukkan pada orang banyak bahwa mereka eksis. Bagaimana caranya? Dengan cara narsis sesering mungkin. Yaitu, upload keberadaan mereka, dan kegiatan mereka, dan menuliskan apa yang terjadi di hari itu. Itu sebabnya, tradisi baru sebelum menikmati makanan sekarang ini adalah, mengabadikan sajian makanan tersebut dalam foto lalu meng-upload foto tersebut ke media sosial. Rumah makan yang tidak menyediakan fasilitas untuk bisa melakukan hal ini, biasanya sih sepi pembeli kalau mereka berada di perkotaan).

3. Harganya yang terjangkau, tapi porsinya jangan terlalu sedikit.

Ini juga penting. Karena biasanya tempat makan tersebut dijadikan tempat untuk berkumpul dan bercengkerama. Jadi, harganya kalau bisa jangan terlalu mahal. Selain itu, porsinya bisa dikudap untuk kurun waktu yang tidak sebentar.

Ngobrol ngalor-ngidul, comot satu dua, lalu ngobrol lagi. Bercanda, foto-foto, comot lagi. Begitu seterusnya.

Sekarang, rumah makan yang menyediakan 3 poin di atas, sudah semakin banyak di Jakarta. Khususnya yang menyediakan menu makanan dari ikan.

ini beberapa rumah makan di Jakarta yang menyediakan menu makanan dari hasil laut yang murah, meriah, tempatnya okeh buat hang out, dan suasananya instagramble juga. 

Itu sebabnya, asyik kan.

2 komentar:

  1. Wah aku pun senang seafood kecuali kerang, karena kalau makan kerang bisa mualmmuntah lalu diare seperti keracunan

    BalasHapus
  2. seafood memang enak apa lg udang dan kepiting

    BalasHapus