Pengikut

5 Hal Yang Ingin Aku lakukan di 2019

| on
Desember 07, 2018
[jalan-jalan] Wah. Sebentar lagi tahun baru masehi datang nih. Mau tahun baruan dimana kita? 
Itu tuh pertanyaan yang sering datang padaku. 
Masalahnya adalah, anak-anakku sudah lewat dari masa sekolah dasar semua. Akibatnya, libur tahun baru bagi mereka belum tentu merupakan hari libur yang panjang.


Putriku yang nomor 2: "Bu, aku masih ada kuliah sampai akhir desember. Terus aku UAS pas awal januari dan baru mulai libur tanggal 17 januari."

Jadi fix deh. Belum bisa liburan bareng di akhir tahun seperti orang-orang.
Tak mengapa.

Meski begitu, masih tersisa 300 lebih hari di tahun 2019 loh jika memang ingin berlibur. Tinggal disiapkan waktunya, dan dikumpulkan uangnya saja. Bismillah semoga tercapai. Karena aku punya 5 keinginan untuk bisa aku lakukan di tahun 2019 yang terkait dengan kegiatan traveling bersama keluargaku.

5 Hal yang ingin aku lakukan di 2019

1. Pingin main ke daerah pantai.


Terserah pantai mana saja, tapi aku pingin piknik ke daerah pantai. Aku pingin main ke daerah yang punya pantai lagi. Dimana saja boleh, asal enak dikunjungi. Syukur-syukur sih pantainya tidak terlalu ramai dan tidak terlalu jorok ya. 



2. Pingin wisata ke kebun binatang selain Ragunan


Hehehe. Aku tinggal di Jakarta, jadi bosan juga jika wisata ke Ragunan lagi-ragunan lagi. Aku pingin wisata ke kebun binatang daerah lain. Terserah dimana. 

Melihat kelucuan binatang itu refreshing banget loh. Bahkan, meski aku sedikit phobia dengan kucing, tapi aku sering mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit untuk melihat kelucuan anak-anak kucing yang ada di depan rumahku. Aneh memang. Takut tapi pingin lihat kelucuan mereka. Hehehe.








3. Pingin bisa Umroh sekeluarga


Niat ini sudah lama ada. Tapi ada saja kendala hingga tidka bisa terlaksana. Nah, mari perbaharui niat lagi dan berdoa agar bisa diberi kemudahan melaksanakannya. Bismillah.

4. Pingin langsing


Dan ini keinginan yang sepertinya harus benar-benar dibarengi dengan usaha yang serius dariku. Aku pingin menurunkan berat badan 10 - 15 kilogram dari berat badanku sekarang di tahun 2019 ini.
Entah bagaimana caranya.






#hereiam #foodstoryteller : Ini aku banget.... berusaha keras pingin langsing, tapi susah ninggalin hobi makan enak. Pingin diet karbo tapi susah berpisah dengan burger, pizza, donat, roti manis, kue sus, getuk, spaghetti, nasi goreng, nasi bakar keju, tart, cake, brownies, kimbab, kue lebaran, lontong opor, nasi uduk, nasi lemak, nasi briyani, nasi kebuli, nasi goreng, dll, dsb. Pingin makan salad or all vegetarian stuff, tapi kangen terus dengan olahan daging ayam, ikan, dairy product. Hmm.... aku baru berhasil melepas hobi makan daging merah saja. Eh.... pernah usaha hanya mengkonsumsi vegetable and fruit raw food tapi malah kena penyakit baru. Hehehe.... ya sudah. . Hasil silaturahmi hari raya idul fitri kemarin, seorang saudaraku mengatakan bahwa kunci kesehatan itu adalah bahagia. Makanlah lalu berbahagialah. Tidak usah memikirkan yang lain. Tentu diimbangi dengan banyak bergerak dan tidak berlebihan ya. Jadi.... #janganlupaberbahagia #ocehanadeanita #foodstoryteller #foodstorytelling #narratives #itsme #iniaku #ituaku #aku #iam
A post shared by ade anita (@kuliner_adeanita) on

5. Pingin mengobati sakit di lututku

Beberapa tahun yang lalu, aku pernah mengecek kondisi lututku yang sakit jika dipakai berjalan. Waktu itu, anakku yang bungsu masih duduk di bangku sekolah dasar.  Dari hasil pemeriksanaan dokter tulang, dokter memberitahu bahwa aku mengalami pengeroposan tulang di bagian sendi lutut.

Pengeroposan ini tidak bisa diobati, tapi bisa dicegah agar tidak terus merambat perkembangannya.

Lalu, setiap bertambah tahun, rasa sakit di lututku semakin bertambah. Terutama setelah aku jatuh 2 tahun lalu sehingga menimbulkan sepsis di lutut hingga perlu dioperasi untuk mengeluarkan nanah di lutut tersebut. Jadi, operasinya adalah untuk menanam sebuah selang sedotan kecil di lutut, dan setiap hari dilakukan pemijatan agar seluruh nanah di kakiku bisa keluar. Sakitnya jangan ditanya. Alhamdulillah sembuh. Tapi sejak itu, aku jadi makin sering sakit lutut. 

Ketika musim haji 2018 lalu aku berangkat naik haji, aku lututku harus disuntik dulu untuk mengembalikan gel dan minyak di dalam tempurung lututnya. Sayangnya, karena bolah-balik berobat macam-macam sepanjang tahun 2018 ini, maka jatah berobatku di tahun 2018 pun habis kuota anggarannya. Harus menunggu ganti tahun baru bisa berobat lagi.  Yap. Begitulah memang sebuah kartu berobat asuransi kesehatan. Ada kuota limit berobatnya. 

Nah. Insya Allah, ketika kartu baru keluar di tahun 2019 nanti, aku mau kembali mengobati lututku lagi. Sekarang, jika terlalu lama duduk, aku tidak bisa langsung berjalan dengan lincah mempesona. Tapi harus melalui episode terhuyung-huyung dulu (dan dalam hati mencoba untuk menahan sakit yang teramat sangat di lututku). Naik tangga juga sakit, eh, turun tangga ternyata lebih sakit lagi. Huff.
Semoga tahun 2019 nanti semua penyakitku ini bisa aku sembuh. Aamiin. 

(*yang paling tidak enak jika berada di posisi sakit itu satu: menyusahkan orang yang kita cintai). 
3 komentar on "5 Hal Yang Ingin Aku lakukan di 2019"
  1. Saya lebih suka ke Taman Safari daripada ke Ragunan. Sekalian ngadem kalau ke TSI :D

    BalasHapus
  2. Mudah-mudahan tercapai yah mba harapan-harapannya di tahun 2019 dan diberi selalu kesehatan, amiin 😊

    BalasHapus