Pengikut

5 Kebiasaanku Sebelum Bepergian

| on
November 25, 2018
[Jalan-jalan] Semua orang pasti punya kebiasaan yang berbeda sebelum melakukan pekerjaan. Dan sepertinya, aku pun demikian.
Baru-baru ini, aku dan anak-anakku melakukan percakapan di meja makan. Ceritanya, 2 bulan lagi, yaitu bulan Januari 2019 nanti, anak sulungku akan ketempatan arisan keluarga besar. Maka, aku pun menanyakan pada menantuku apa yang akan dimasaknya untuk arisan keluarga nanti. Menantuku langsung bengong dan menatapku dengan wajah terpana.





"Bu... itu masih bulan Januari. Ini masih bulan November. Masih lama banget."
Akhirnya, gantian aku yang salah tingkah.
"Eh... iya sih masih lama. Hmm.... mungkin karena pada dasarnya ibu kurang bisa memasak; jadi ibu bahkan sudah memikirkan apa yang akan dimasak untuk sebuah acara yang harus ibu handle kayak arisan jauh-jauh hari. Karena, ibu harus ngatur menunya, lalu uji coba cara memasaknya, nyoba-nyoba takaran bumbunya yang enak bagaimana, jadi pas hari H benar-benar perfecto." Ujarku nyengir di depan menantuku. Hehehe. 😬😬😬😬😬😬

Lalu, anak sulungku pun menengahi kami.
"Santai bu, Danti beda ama ibu. Danti jago masak kok. Jadi nggak perlu mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari kayak ibu." celeguk. hahaha.

Iya. Aku memang begitu.
Ada banyak hal yang sebenarnya bisa bikin aku cemas. Yaitu jika aku tidak bisa melakukan yang terbaik. Tapi di sisi lain, aku terbiasa untuk menutupi agar hal ini tidak dilihat oleh orang lain. Akibatnya, aku sering melakukan persiapan diam-diam jauh-jauh hari sebelum hari H.

Berlatih.
Berlatih.
Berlatih.

Akibatnya, ketika hari H tiba, aku bukan hanya sudah berada dalam tahap mahir, tapi juga lebih merasa percaya diri.
Rasa percaya diri itu penting buatku. Karena entah mengapa, jika aku merasa tidak percaya diri, maka aku akan merasa serba tidak nyaman. Pakaian sebagus apapun, akan terasa tidak pantas aku pakai. Makana seenak apapun, akan terasa hambar di lidahku. Dan semenyenangkan bagaimana orang yang aku hadapi, aku tetap akan salah tingkah di hadapannya, sekaligus merasa tidak tenang dan tidak betah.

Yap. Di dalam diriku, aku sebenarnya seorang PERFEKSIONIS.
Tapi, aku berusaha keras untuk bisa terlihat sebagai orang yang EASY GOING.

Jika kalian ingin mengetahui seberapa perfeksionisnya aku, mungkin kalian bisa melihat perkebunanku berikut ini. Perkebunan yang kumilik di game Farmvillle. Hehehe. ✌

jadi ya, penampakan kebunku ini berubah setiap bulannya sesuai dengan event yang ada di bulan itu. Kadang, aku mengirim pesan I Love You lewat pohon-pohonnya buat suamiku. Hahaha. Jadi, kebunnya diskrinsut lalu berubah deh jadi kartu ucapan cinta. Eaaa
Nah. Sebagai seorang yang sebenarnya perfeksionis tapi berusaha untuk terlihat easy going, aku sebenarnya punya 5 kebiasaan sebelum aku bepergian melakukan traveling.

5 Kebiasaanku Sebelum Bepergian


Entah deh 5 kebiasaanku ini baik atau buruk. Hahaha. Tapi aku merasa kurang afdol kalau belum melakukan ke 5 kebiasaan ini sebelum bepergian.

1. Melengkapi kebutuhan game-gameku terlebih dahulu


Hahaha. Iya, ini beneran. Aku tuh sudah candu banget dengan game-game yang aku pelihara, baik di komputer atau di handphoneku. Itu sebabnya ketika mau berangkat haji 2018 lalu, hal pertama yang aku lakukan 2 bulan sebelum berangkat haji di bulan haji adalah, melakukan FACTORY RESET semua gadget yang aku miliki. Hal ini aku lakukan agar aku tidak kepikiran dengan game-game yang aku tinggalkan. Haji kan lama ya, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Nah, ketika hari normal, sebelum melakukan traveling aku akan mendatangi satu persatu game-game yang aku pelihara. Disirami, diberi pupuk lalu diberi tugas masing-masing ITEM nya agar bisa bekerja maksimal selama ditinggal lama. Jadi misalnya pabrik kue nih, yang biasanya bikin kue 1 jam, aku akan pilih untuk bikin kue extravagansa yang memakan waktu pembuatan hingga 3 hari.
Pokoknya pilih opsi pengerjaan yang paling lama. Jadi, pas aku pulang, aku bisa panen dengan harga terbaik tuh hasil-hasilnya.

Yang paling repot paling memberi makan saja sih. Tapi, karen ini game, jadi Insya Allah tidak akan mati kelaparan tokoh-tokoh gameku. Paling pas aku main lagi sepulang dari bepergian mereka semua memiliki mood paling jelek karena perut lapar, kurang tidur, kurang kesenangan, dan pingin banget ke toilet. Hahaha.

2. Mencuci pakaian

Aku paling nggak tenang jika melakukan traveling tapi ingat ada tumpukan cucian pakaian kotor di rumah. Duh.
Bukan apa-apa sih. Tapi kondisi di rumahku tuh lembab banget. Sedikit kurang cahaya matahari yang bisa masuk menerobos rumah karena diapit oleh rumah bertingkat di kiri dan kanan. Akibatnya, kalau pakaian kotor bertumpul kelamaan, suka ada jamurnya. Nah. Jamur yang tumbuh di pakaian itu sepertinya nggak bisa dihilangkan deh. Nyebelin kan ya?

Makanya sebelum pergi, aku selalu berusaha melakukan patroli agar tidak ada pakaian kotor yang belum dicuci di rumah. Prinsipku, lebih baik menumpuk setrikaan pakaian bersih daripada menumpuk pakaian kotor yang belum dicuci. Bahkan kalau perlu, lebih baik menggantung pakaian yang sudah dicuci di jemuran daripada menumpuk pakaian yang belum dicuci di pojokan.

3. Tidak menyisakan makanan masak tersisa di rumah.


Ini juga nih. Masih terkait karena kondisi rumahku yang kurang cahaya matahari masuk, maka makanan pun cepat sekali berjamur jika dibiarkan di suhu ruang. Tapi, jika dimasukkan ke dalam kulkas semua, ya nggak muat juga sih kulkasnya.

Akhirnya, aku selalu bertanya pada orang-orang rumah.

"Kita mau berangkat tanggal 21 besok nih. Kalian tanggal 19 dan 20 kegiatannya apa saja?" Lalu mulai mencatat kegiatan semua orang. Ini berguna untuk memperkirakan, berapa banyak aku harus memasak nasi dan lauk pauk agar di tanggal 20 malam, semua makanan habis tersisa. Kalau semua orang sibuk dan hanya pulang di malam hari saja, ya berarti masak sedikit saja. Kalau perlu, di tanggal 20 malam itu, beli nasi goreng abang-abang saja deh. Atau masak mie instan. Daripada masakanku tersisa.

4. Mempersiapkan isi makanan beku di frezer agar tidak mencair.


Pernah nih ya, beberapa tahun yang lalu, kami sekeluarga pergi ke luar kota. Tidak tahunya, 2 hari sebelum hari kepulangan, PLN tiba-tiba mengeluarkan pengumuman akan melakukan pemadaman bergilir selama 6 jam.

Wah. Mau bagaimana coba? Kami sedang berada di lokasi wisata ketika itu, luar kota pula. Jadi cuma bisa pasrah.

Sampai di rumah, benar saja. Semua makanan bekuku mencair semua dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap atau ada yang berubah warna dan bentuknya. Akhirnya, dengan penuh kesedihan, semua makanan beku itu aku buang ke tempat sampah.

Memang sih, ketika kami datang listrik sudah kembali normal lagi. Tapi, justru makanan beku yang semula beku lalu mencari lalu dibekukan lagi itu, malab bakteri salmonelanya berkembang lebih pesat konon. Jadi, aku tidak mau ambil resiko banget. Harus dibuang lah meski semua makanan beku itu dalam kondisi masih beku kembali.

Nah. Sejak itu, sebelum melakukan traveling, aku pasti menata ulang susunan makanan beku yang ada di dalam frezer kulkasku. Lalu aku selipi di tengahnya dengan es batu dalam kantong plastik serta kemasan es batu dalam botol plastik. Es batu ini, butuh waktu 10 jam untuk mencari di dalam frezer yang tidak beraliran listrik alias kulkasnya padam. Selama waktu itu, hawa dingin yang mereka miliki ini akan mampu mempertahankan makanan bekuku agar tetap beku. Biasanya kan pemadaman listrik tidak lebih dari 10 jam ya.
Jadi, insya Allah makanan bekuku aman.


5. Memastikan tidak ada sampah di dalam rumah.


Nah ini juga nih. Pernah waktu tinggal di Sydney, Australia dulu, ceritanya aku berlibur sekeluarga ke negara bagian lain Australia, yaitu ke Victoria, tepatnya ke Melbourne. Aku sepertinya lupa membuang nappies bekas anakku. Jadi, nappies itu tetap ada di dalam kotak sampah di dalam apartemenku di Sydney.

Pulang dari Melbourne, begitu masuk ke dalam apartemen lagi, Subhanallah, bau menyengat gas dari kotoran yang ada di nappies itu menyebar ke seluruh ruangan. Dan di tempat sampahnya sendiri, mulai dkerubuti oleh kecoak kecil-kecil yang banyak, dan juga pasukan semut. Duh. Geli banget.

Sejak itu, aku jadi rada trauma. Jadi, jika akan bepergian, aku selalu inspeksi ke seluruh ruangan di rumahku untuk memastikan bahwa tidak ada sampah yang belum dibuang di dalam rumahku.


Nah, kalian punya kebiasaan juga nggak sebelum bepergian dimana jika tidak dikerjakan bikin kalian merasa gelisah?

2 komentar on "5 Kebiasaanku Sebelum Bepergian"
  1. Waaah baru tau Mbak Ade suka ngegame. Sampai rajin banget kasih pupuk dll. Kayaknya aku satu-satunya orang yang gak pernah main game baik di komputer atau handphone ya. Empat item lainnya sama, aku lakukan jika mau bepergian.

    BalasHapus
  2. Huyaaaa.. jadi salfok ama game-nya, game favorit kita sama mbak hahaha tiada hari tanpa berkebun, selain itu saya juga punya kebun di HappyLand, sampe kata anakku, percuma kebun berhektar-hektar tapi beli cabe tetap ke warung :))

    BalasHapus