Pengikut

A man And A Woman Korean Movie

| on
November 23, 2018
[Jalan-jalan] Aku pingin nge-review film kali ini. Film Korea yang tidak bisa ditonton oleh anak-anak atau mereka yang berusia di bawah 17 tahun. Sama sekali tidak rekomendasi deh pokoknya, karena kontennya memang konten dewasa. Ada nudity dan seks di dalamnya. Judulnya, A Man and A Woman.


Wara atau Blurp yang beredar tentang film ini:



Sang Min (Jeon Do Yeon), adalah seorang ibu yang pergi ke Finlandia dalam rangka untuk mengantar anaknya Jung Hwa yang memiliki Autis. Kebetulan di Helsinski yang sedang mengalami musim dingin, mengadakan kemah musim dingin bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari seluruh dunia. Sang Min sendiri, memiliki hubungan pernikahan yang tidak jelas dengan suaminya, karena suaminya sibuk bekerja sedangkan Sang Min mulai merasa lelah menghadapi anak autisnya seorang diri setiap hari, dan juga masih tetap bekerja juga agar bisa memasukkan anak autisnya ke sekolah yang bermutu.

Setelah anaknya ikut ke dalam rombongan kemah musim dingin, Sang Min bertemu dengan Ki Hong (Gong Yoo), yang juga baru saja melepas anaknya yang mengalami depresi hingga tidak mau bicara dan berkomunikasi dengan orang lain. Anak perempuan Ki Hong mengalami depresi sebagai akibat dari seringnya melihat ibunya, yaitu istri Ki Hong, mengalami ketidak stabilan emosi akibat gangguan jiwa menetap.

Ki Hong dan Sang Min bertemu, lalu tanpa sengaja keduanya melakukan perjalanan pendek yang berakhir dengan perselingkuhan berupa melakukan hubungan seks satu malam. Dari cinta satu malam ini, keduanya lalu jatuh cinta. Masalahnya, keduanya kan masih terikat dengan rumah tangga masing-masing. Meski kondisi rumah tangganya tidak bisa dibilang rumah tangga yang bahagia.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka ini? Nah. Tonton saja filmnya.

Winter di Finlandia dan Seoul Korea

Ada satu percakapan menarik yang diajukan oleh saudaranya Sang Mn ketika menjemput Sang Min pulang dari Finlandia.

"Gimana kabarnya Finland?" (kata saudaranya Sang Min pada Sang Min)
"Snow." (jawab Sang Min)
"Kalau cuma itu perbedaannya, di Seoul juga ada Snow."
"Beda banget snow di Finland dan Seoul." (kata Sang Min)

Iya ya, meski sama-sama negara yang memiliki 4 musim, tapi, Negara Finlandia dan Korea Selatan itu memiliki aura winter yang berbeda.

Kalau aku perhatikan dari drama korea atau film korea yang pernah aku tonton, winter di Korea Selatan itu, tidak berarti semua kota akan diliputi oleh salju. Ada kota-kota yang tidak mengalami turun salju. Jadi musim dinginnya ya berupa hujan saja yang sering tapi air hujannya dinginnya minta ampun.

Sedangkan di Finlandia, ketika winter datang, nyaris semua daerah mereka akan tertutup oleh salju.

Bisa jadi, mungkin karena letak negara ini di garis lintang dan bujur yang berbeda ya, dimana Finlandia letaknya lebih menjorok ke arah kutub utara. Kita bisa melihat Aurora loh di Finlandia. Aurora itu kan terjadinya cuma di negara yang dingin banget.

Itu sebabnya hujan salju di Finlandia benar-benar deras hingga ketebalan salju yang turun bisa membuat danau yang lebar banget jadi seperti lapangan main ski super luas. Di Korea Selatan, salju yang turun tidak sebanyak ini volumenya.

hamparan salju di Helsinski, Finlandia

hamparan salju di Seoul Korea
Ah.
Aku aslinya alergi dingin. Tapi, aku sering kangen dengan suasana winter.




 Meski pas musim dingin jadi super mager karena nggak tahan dingin, tetap saja aku kangen dengan suasana winter.

Budaya di Finlandia dan Korea

Selain itu, di film A man and A Woman ini, aku juga menemukan hal menarik seputar perbedaan budaya di antara kedua negara ini. Oh ya, buat informasi aja, tulisan ini aku buat berdasarkan apresiasiku setelah menonton film A Man and A Woman ya, jadi bukan hasil riset ilmiah.

1. Pengasuhan anak

Di Korea, seperti pada umumnya negara-negara lain di Asia, orang tua berusaha untuk tetap bisa mengawasi meski dari jauh ketika mereka menitipkan anaknya di sekolah. Kalau perlu, mereka ikut campur tangan deh dengan apa yang terjadi di sekolah anaknya.

DI Finlandia, mereka tegas meminta agar orang tua ketika sudah menyerahkan anak mereka pada sekolah maka mereka harus percaya pada sekolah.

"Buat apa jauh-jauh mengantar anak ke sekolah, buang-buang uang memasukkan anak ke sekolah, jika kamu sebenarnya tidak percaya bahwa sekolah itu bisa mendidik anakmu? Jika kamu merasa lebih punya kemampuan mendidik anakmu, lebih baik kamu ambil lagi saja anakmu dari sekolah dan didik sendiri di rumahmu."

2. Ruang Privacy


Di Korea, aku perhatikan nih dari drama korea dan film yang aku tonton, jika kita menangis di dalam taksi, maka supir taksinya kepo banget pingin tahu ada apa? Terus penasaran pingin tahu ada apa, ada apa

Sedangkan di Finlandia, ketika ada penumpang yang menangis, supirnya malah menepikan mobilnya lalu keluar dari mobil. Hal ini agar si penumpang memiliki ruang privacy untuk menumpahkan tangisnya. Nanti kalau sudah lega, supir akan mengantar mereka kembali. Yakin gitu si penumpang nggak bakalan kabur. Ya iyalah, mau kabur kemana kalau begitu keluar pintu salju dimana-mana. Licinnya itu yang nggak tahan. Belum lagi kalau nyasar. duh.


A Man and A Woman Korean Movie


Kembali ke film a man and a woman lagi ya.
Filmnya sendiri, menurutku sih bagus ya. Ritme filmnya memang tidak cepat tapi nggak membosankan sih. Karena kita penasaran apa sih kejutannya? Jadian apa nggak?
Bagus sih.
Cuma ya itu tadi. Bertaburan dengan adegan hubungan intim pria dan wanita.
Bener banget ya, jika sudah ada 2 orang, pria dan wanita di dalam ruangan , terjebak di tengah badai salju. maka yang ketiga adalah setan.

Eit. Tapi, setan itu tidak bekerja serabak serubuk sih. Mereka masuk lewat kebutuhan yang tidak terpenuhi di antara pria dan wanita itu. Dalam hal ini, baik Ki Hong dan Sang Min memang merasa lelah lahir batin menghadapi kondisi rumah tangga mereka.

Tapi tetap sih. Hikmah dari film ini: kalau elo emang ngerasa lelah jiwa raga, jangan mendekati pasangan orang lain ya. Susah deh menghindari tidak terbakar jika kita main api.


Be First to Post Comment !
Posting Komentar