Pengikut

5 Kebahagiaan Sederhana Ketika Traveling

| on
Desember 17, 2018
[Jalan-jalan] Jalan-jalan alias Traveling itu selalulah membawa kebahagiaan. Sepertinya, semua orang senang melakukan traveling. Bahkan, saat ini, kegiatan traveling adalah trend baru yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Makan ora makan yang penting bisa traveling lah istilahnya.


Yap.
Sekarang, orang sudah tidak ingin lagi berkumpul lalu merasakan rasa lapar bersama.
Nggak.
Sekarang, jika merasa lapar maka berpencarlah untuk mencari rezeki. Sehingga rasa lapar hilang, rezeki terjemputi. Dan disitulah pentingnya traveling.

Berikut ini adalah kebahagiaan sederhana yang bisa kita temukan ketika kita melakukan traveling alias jalan-jalan. Jalan-jalan kemana saja, mau dekat kek, atau mau jauh sekalipun.

5 Kebahagiaan Sederhana Ketika Traveling

1. Bertemu dengan orang baru yang baru kita kenal


Bertemu dengan orang baru itu asyik. Karena dengan begitu kita serasa mendapat ide dan pemikiran baru. Aku amat menikmati bertemu dengan wajah-wajah baru. Karena wajah-wajah baru berarti cerita baru juga.





#ceritakemarinku : temui teman baruku, muslimah Thailand. Suatu hari aku pergi ke masjid Nabawi (Madinah) lupa mengenakan nametag yang menandakan darimana asalku. Celingukan mencari tempat membentang sajadah, sekelompok jamaah wanita memanggilku dan menunjukkan tempat kosong di tengah2 mereka. Dengan gembira aku datang pada mereka. Setelah sajadah terbentang, salah satu di antara mereka mengajakku berbicara dengan bahasa yg tidak kumengerti. "I am from Indonesia." Ternyata, kelompok ini salah mengira aku bagian dari mereka hingga mereka memberi tempat padaku. Tapi itulah awal pertemanan kami. "Saya bisa indonesia sedikit." Pengakuan ini sama sekali TIDAK membantu kesulitan komunikasi antara kami. Karena sedikit versi mereka, berarti amat sangat teramat kebangetan sedikit. Untuk seterusnya kami berkomunikasi lewat gerakan spt pantomim di kuis tebak kata. Lelah dan gemas (banget) tapi Masya Allah seru dan menghibur. Aku tersenyum sendiri bila mengenangnya. Bayangkan. Untuk menjelaskan kata "17 tahun" aku bernyanyi happy birthday to you dan meniup lilin yang berjumlah 17 buah. Hahaha. Mungkin begini perasaan Tarzan ketika bertemu sekelompok ekspedisi di hutannya. Ingin berteman dan ngobrol karena melihat kesamaan fisik tapi terkendala perbedaan bahasa. Tapi bahagianya Masya Allah luar biasa. Tangan kami saling genggam satu sama lain selama ngobrol. 1 hari sebelum keberangkatanku ke Mekkah meninggalkan Madinah, qadarullah aku bertemu lagi dengan mereka. Gegas menghampiri mereka dengan penuh semangat dan bergabung bersama mereka. "Saya bisa bahasa Thailand sedikit." Ujarku penuh antusias. Sedikit itu berarti amat sangat teramat kebangetan sedikit. "Apa?" Kata mereka. "Kapunka.... Kapunka sudah mau jadi teman saya. Thank you for having me as your friend." Dia tertawa. "Saya tahu 1 kata Indonesia." Kata teman baruku. "Apa?" Kataku. "Molek." Ujarnya sambil mencubit pipi chubbyku. Masya Allah. Bahagia itu sederhana. Yaitu ketika kita yakin seyakin-yakinnya, bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Yang kita perlukan adalah usaha untuk melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. #ceritaperjalananhaji2018 #ocehanadeanita #adeanita
A post shared by Ade Anita (@adeanita4) on

2. Bertemu dengan suasana baru yang berbeda dengan keseharian kita


Ini juga nih. Melakukan traveling itu membuat kita bisa menemukan sebuah suasana baru yang berbeda dengan keseharian kita. Dan itu yang bisa bikin fresh. Mata juga disuduhi pemandangan yang berbeda, otak juga diberi ingatan akan kenangan yang berbeda. Pokoknya, asyik saja.



3. Mendapat cerita baru secara tidak sengaja 


 Nah ini nih. Traveling itu memungkin banget buat kita untuk mendapat cerita baru secara tidak sengaja. Penting buat aku yang memang ingin menjadikan penulis sebagai profesiku. Dapat cerita baru, berarti dapat amunisi baru untuk menulis cerita bagi seorang penulis. Itu sebabnya aku berusaha untuk menyempatkan diri agar bisa jalanjalan atau traveling dalam rangka berharap dapat cerita baru.



#ceritakemarinku : Liburan awal tahun baruku diisi dengan menyewa mobil lalu menginap beberapa di daerah Subang, Jawa Barat. Tepatnya di daerah Kebun Teh #teagardenresortsubang . Tiba di Subang malam hari. Gerimis memyambut kami hingga langkah kaki bergegas menuju cottage. Pagi harinya ketika akan #jalanjalancarimakan ada penunggu baru di kaca mobil kami. Mr. Laba-laba yang menolak dipanggil #spiderman karena hanya laba-laba gunung biasa yang bersahaja, bukan laba-laba artis atau laba-laba seleb. . Dia bercengkeram erat ketika mobil berlari naik turun bukit dan berguncang-guncang melindas jalan berbatu. Tidak jatuh juga tidak berpindah tempat. Dan mungkin ikut menguping pembicaraan orang2 di dalam mobil. . Barulah ketika pulang kembali ke Jakarta putraku dengan menggunakan daun memindahkan Mr. Laba-laba ini ke tempat lain. Dan ketika dia merasakan ayunan daun yang mengangkut rumahnya, laba-laba ini langsung berlari kencang dan gesit di atas tanah berbatu. Padahal kukira dia sudah beku menjadi batu karena tak sekejappun kulihat dia bergerak selama ini. @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1801#haripertama #08012018
A post shared by Ade Anita (@adeanita4) on

4. Sebagai bonding untuk semakin mengakrabkan hubungan dengan anggota keluarga 


 Jalan-jalan alias traveling itu, traveling kemana saja; baik itu ke daerah gunung atau pantai, atau traveling ringan menyusuri pojok-pojok mall, insya Allah akan membawa keakraban hubungan dengan anggota keluarga. Jika di keseharian hubungan ini sulit terjadi karena masing-masing sibuk dengan kegiatan sehari-harinya, maka ketika traveling semua orang berusaha untuk bersatu dan kompak agar perjalana senantiasa dapat kemudahan dan keceriaan.


5. Kesempatan untuk mencicipi aneka makanan di lokasi traveling 


 Nah, ini yang penting. Kesempatan untuk bisa mencicipi aneka menu masakan yang berbeda, yang bahkan baru di lidahku. Tapi aku bahagia mencicipinya selama dia halal. Kapan lagi coba bisa ketemu makanan yang asing padahal selama ini mereka ada cuma kitanya aja yang nggak tahu karena "mainnya" kurang jauh?


Nah. Itulah 5 kebahagiaan sederhana ketika melakukan traveling versi aku.
37 komentar on "5 Kebahagiaan Sederhana Ketika Traveling"
  1. setuju mba Ade semuanya juga aku rasakan kalau traveling terutama makanannya pernah pas ke Manado aku kaget pesen pisang goreng dikasih sambal juga katanya makannya sambil dicocol sambal :D

    BalasHapus
  2. Sebagai pecinta travelling, Ujame setuju banget sama semua yang mbak Ade rincikan hehehe. Kita jadi banyak belajar hal baru dan pengalaman baru ya mbak :)

    BalasHapus
  3. Aku setuju, traveling memang bisa jadi sarana bonding sama keluarga

    BalasHapus
  4. Setuju banget, hal yang paling saya idamkan saat traveling emang bondingnya, bahkan lebih drama, bakalan lebih bonding hahaha.
    Senang aja gitu, bisa bersama-sama selalu dalam waktu yang lumayan lama :)

    BalasHapus
  5. Banyak kejutan yang terjadi saat traveling. Kebahagiaan tersebut bikin bahagia menikmati karunia Nya dan bertemu dengan orang baik

    BalasHapus
  6. Traveling itu bikin kita jadi melek banyak hal. Ketemu orang baru, jadi teman. Dapet cerita baru, makan kuliner setempat yang unik dan bisa jadi kita belum pernah tau makanan tersebut. Traveling itu bikin ketagihan ya mbk

    BalasHapus
  7. Toss mba.. Poin 4 itu jadi salah satu tujuan utamaku sering bawa anak2 jalan. Saat di jalan, atau pas lagi kesusahan tracking, hiking, bonding jadi lebih kuat :)

    BalasHapus
  8. Kalau bisa travelling itu mendatangi tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya biar makin banyak cerita. Tapi kalau terpaksa, kembali mengunjungi tempat yang sama pun tak apa. Karena pasti ada cerita baru yang tercipta disana...

    BalasHapus
  9. Aku suka dengan ide travelling, tapi kenyataannya kalau bepergian sendirian meski plan udah matang, keseringan gagal krn mager...(maklum blm berkeluarga haha)

    BalasHapus
  10. bener banget. ke 4 poin tersebut pasti kita rasakan saat travelling. sayangnya aku baru bisa travelling sendirian.

    BalasHapus
  11. Senangnya bisa ke tempat baru, ketemu orang baru, dapat cerita baru juga. Untuk makanan, aku belum sering icip2 karena punya aturan soal makan selama bepergian

    BalasHapus
  12. Ku udah lama enggak traveling sendirian, malah kepengin hehehe. Rasanya pengin jalan-jalan menyusuri sunyi, pengin doang sih, hehehe
    Faktanya sih kayanya sulit aku lakukan, apalagi mertua makin sepuh, butuh ditemani

    BalasHapus
  13. Iya nih, kebahagiaan banget kalau bisa traveling. Apalagi kalau traveling bersama keluarga dan sahabat. Pasti asik banget.

    BalasHapus
  14. Setuju, Mbak, Asiknya traveling memang salah satu alasannya karena suka ada aja menemukan sesuatu yang baru

    BalasHapus
  15. Setuju banget nih, selalu ada cerita unik dari setiap perjalanan. Btw itu bakpaunya tadinya tak kirain buah jambu loh, tp kok ada merah2nya. Ternyata malah bakpau dibikin mirip apel malang :D

    BalasHapus
  16. kalau buat jomlo yang solo traveling, saya absen poin 4 ya bu hehe. Saya setuju, traveling itu bisa meluaskan cara pandang dan bikin hati kita jadi lebih lapang. Cuma, sayang banget temen saya masih ada yang menganggap jalan-jalan jauh buat apa. Ngabis-ngabisin duit doang :(

    BalasHapus
  17. Beneran kelima hal itu yg sring saya rasakan deh Mba..traveling emak asyik

    BalasHapus
  18. Ada yg bilang semskin sering traveling akan tambah terus wawasan baru selain teman baru

    BalasHapus
  19. Bener banget deh. Hal-hal kayak gini nih yang bikin nagih dari traveling. Huhuhu... jadi kepengen traveling deh. Aku udah lama gak ke mana2. :D

    BalasHapus
  20. Mb Ade waktu umroh itu teman sebelahku muslimah asal Bangkok tapi dia pinter bahasa Inggris jadilah kami ngobrol terus. Lumayan sih 9.5 jam penerbangan ga berasa banget kalo ada temen ngobrol

    BalasHapus
  21. Iya Mbk ya bonding dengan anak jaid kuat kalau abis jalan-jalan, soalnya cerita jadi mengalir aja

    BalasHapus
  22. Banyak kebahagiaan ya yang didapat saat traveling, apalagi kalau bisa traveling bareng keluarga, point meningkatkan bonding setuju banget

    BalasHapus
  23. Kebahagiaan travelling bagiku tuh bisa jalan sama keluarga dan juga incip makanan enak. Hhahaa.

    BalasHapus
  24. KAlau lagi jalan2 ibu ngalah dulu ya sama 2 anak perempuannya ya, bagian ibu ada kok nanti gak usah cemburu :)

    BalasHapus
  25. Pastinya ya kak pergi ke suatu tempat itu memiliki cerita masjng2. Btw kayaknya seger banget ya itu jus semangka.

    BalasHapus
  26. Bener mba. 5 hal kebahagiaan ketika ttaveling. Aku punya temen yang suka traveling dan punya niat dalam sebulan dia harus kenal dengan orang baru.

    BalasHapus
  27. Bahkan seperti dalam quote berkata:

    "... Travelling. It leaves you speechless. The, turns you into a story teller"

    Bepergian. Mampu membuat kita membisu. Lalu merubah kita menjadi pentutur

    BalasHapus
  28. travelling selalu memberikan keseruan dan cerita panjang setelahnya. travelling jg bikin nagih, pengen lagi dan pengen truuuss :)

    BalasHapus
  29. Saya juga suka banget traveling mba. Buat saya itu cara intim untuk bicara sama Allah :)

    BalasHapus
  30. Setuju sama mba Ade. 5 poin diatas juga aku banget. Hehehe traveling membawa kebahagiaan.

    BalasHapus
  31. Traveling memang slalu menyenangkan ya kak terlebih dengan org yg kita sayang hehe

    BalasHapus
  32. Yes, menemukan suasana baru itu sungguh hal yang membahagiakan meskipun tampak biasa-biasa aja bagi orang lain. Bagi orang yang jarang piknik kayak aku ini mba, diajak jalan2 ke tempat dekat aja udah hepi banget :))

    BalasHapus
  33. Aku kaalu traveling jg suka ketemu org baru trus dapat cerita menarik dr mereka sbg inspirasi menulis, ya dan tentu aja bonding ma anak2 :D

    BalasHapus
  34. Ya Allah, mba...
    Putri pertamanya wajahnya mirip ayahnya banget yaa...

    Aku suka banget liat foto keluarga dimana anak perempuannya terlihat sangat dekat dengan Ayahnya.
    MashaAllah~

    Inilah manfaat travelling keluarga.

    BalasHapus
  35. Cerita baru, teman baru dan pengalaman baru pastinya ya mba.. seruuu

    BalasHapus
  36. Yang tentang makanan, kadang saya ragu sih Mbak klo dengan makanan baru. Apalagi saat traveling, takutnya malah perutnya gak cocok dan jadi ngerecokin jalan2nya, hihihih.

    BalasHapus